Saturday, October 12, 2013


Lontar Jatiswara di balai dusun adat kaki Gunung Rinjani
di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT


Gunung Rinjani Longsor, dan Gunung Samalas runtuh, banjir batu gemuruh, menghancurkan Desa Pamatan, rumah2 rubuh dan hanyut terbawa lumpur, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati.

Tujuh hari lamanya, gempa dahsyat meruyak bumi, terdampar di Leneng (lenek), diseret oleh batu gunung yang hanyut, manusia berlari semua, sebahagian lagi naik ke bukit.

Bersembunyi di Jeringo, semua mengungsi sisa kerabat raja, berkumpul mereka di situ, ada yang mengungsi ke Samulia, Borok, Bandar, Pepumba, dan Pasalun, Serowok, Piling, dan Ranggi, Sembalun, Pajang, dan Sapit.

Di Nangan dan Palemoran, batu besar dan gelundungan tanah, duri, dan batu menyan, batu apung dan pasir, batu sedimen granit, dan batu cangku, jatuh di tengah daratan, mereka mengungsi ke Brang batun.

Ada ke Pundung, Buak, Bakang, Tana’ Bea, Lembuak, Bebidas, sebagian ada mengungsi, ke bumi Kembang, Kekrang, Pengadangan dan Puka hate-hate lungguh, sebagian ada yang sampai, datang ke Langko, Pejanggik.

Semua mengungsi dengan ratunya, berlindung mereka di situ, di Lombok tempatnya diam, genap tujuh hari gempa itu, lalu membangun desa, di tempatnya masing-masing.

(Babad Lombok)


Lontar berisi hikayat para raja zaman dahulu dan Gunung Rinjani. Demikian beberapa bait Babad Lombok yang mengisahkan kengerian letusan Gunung Samalas di kompleks Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selama bertahun-tahun, babad ini nyaris dilupakan dan mungkin dianggap sebagai dongeng belaka. Namun, penelitian sejumlah ahli gunung api baru-baru ini memastikan bahwa letusan Gunung Samalas sebagaimana digambarkan dalam babad itu ternyata fakta.

http://assets.kompas.com/data/2012/todaysphoto/upload/photo/291/SamalasRinjani221380727086_preview.jpg

Bahkan, dampak dari letusan Gunung Samalas yang terjadi pada tahun 1257 itu melampui imajinasi penulis babad yang ditulis dalam daun lontar ini. Letusan Samalas berdampak global dan diduga memicu kelaparan dan kematian massal di Eropa setahun setelah letusan.

"Ditemukannya ribuan kerangka manusia di London yang dipastikan berasal dari tahun 1258 kemungkinan berkaitan erat dengan dampak global dari letusan Gunung Samalas pada tahun 1257," seperti ditulis dalam jurnal PNAS edisi akhir September 2013.

http://assets.kompas.com/data/2012/todaysphoto/upload/photo/291/SamalasRinjani121380727038_preview.jpg

Tulisan di jurnal ini merupakan hasil penelitian 15 ahli gunung api dunia. Dari Indonesia yang terlibat adalah Indyo Pratomo, geolog dari Badan Geologi Bandung, Danang Sri Hadmoko dari Geografi Universitas Gadjah Mada dan Surono, mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sedangkan dari luar negeri yang terlibat meliputi 12 ahli dari berbagai kampus ternama di Eropa, di antaranya Frank Lavigne dari Université Panthéon-Sorbonne, Jean-Philippe Degeai dari Université Montpellier, Clive Oppenheimer dari University of Cambridge, Inggris, dan sejumlah ahli lainnya.

Mereka awalnya melacak letusan Samalas ini dari jejak rempah vulkanik yang terdapat di lapisan es kutub utara. Sebagaimana letusan Tambora yang menciptakan tahun tanpa musim panas di Eropa sehingga menyebabkan kegagalan panen dan kelaparan pada tahun 1816 atau setahun setelah letusan, letusan Samalas diduga juga memicu permasalahan serupa, bahkan mungkin lebih dahsyat.


OPEN CYCLE MAP Peta kawasan Gunung Rinjani di Lombok.
Rinjani merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257.
Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan danau. Melumpuhkan dunia.


Surono mengatakan, kedahsyatan letusan Samalas dengan skala 7 sulit dibayangkan. "Letusan Merapi 2010 dengan skala 4 saja sudah bikin repot banyak orang. Skala 7 sama dengan sekitar 1.000 kali kekuatan letusan Merapi 2010 itu," katanya.

Menurut Surono, Gunung Samalas mempunyai kantung fluida (magma, gas, dan uap) yang sangat besar dan letusannya di masa lalu menimbulkan terbentuknya kawah raksasa Segara Anak. Di tepi kawah itu, kini muncul Gunung Baru Jari, yang terus tumbuh meninggi. Tahun 2012 lalu, Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas sempat mengarungi kaldera Segara Anak dan mendaki Baru Jari.

http://assets.kompas.com/data/2012/todaysphoto/upload/photo/291/SamalasRinjani011380727002_preview.jpg

"Gunung Rinjani masa kini dengan Baru Jari, adalah terdekat dengan Samalas, untuk itu perlu dilakukan penelitian apakah Rinjani juga mempunyai volume kantung fluida yang sama dgn Samalas dan mempunyai jenis magma yang sama," katanya.

Bila mempunyai kesamaan maka ada kemungkinan Gunung Rinjani memiliki sifat-sifat yang sama dengan Samalas. "Kini kita hanya berharap Rinjani atau Baru Jari tidak meletus sedasyat Salamas. Namun alam tetap alam, mempunyai hukumnya sendiri," katanya. Apa yang terjadi dimasa lalu, sangat mungkin berulang kembali.

"Beberapa gunung api Indonesia seperti Tambora, Krakatau dan terakhir Samalas telah terbukti menghasilkan letusan dasyat, bukan saja merepotkan masyarakat di sekitarnya, tapi merepotkan masyarakat dunia. Di masa yang akan datang, bisa saja terjadi pengulangan," katanya.

http://assets.kompas.com/data/2012/todaysphoto/upload/photo/291/SamalasRinjani031380727006_preview.jpg

Menurut Surono, jika letusan sedahsyat Samalas terjadi kembali di zaman modern seperti saat ini, transportasi udara di seluruh dunia bakal lumpuh. Paceklik bisa terjadi berkepanjangan.

"Kita tidak berharap hal itu terjadi. Namun kesiapan terhadap hal terburuk tetap harus dilakukan untuk menekan risiko bencana. Dengan tetap melakukan penelitian dan pemantauan agar dapat membuat skenario dan peringaatn akurat dalam mengurangi risiko bencana," katanya.

Surono mengajak kita harus mengikuti dan beradaptasi secara cerdas terhadap polah alam, karena tidak mungkin secara empiris perilaku alam itu diubah.

Friday, October 11, 2013

Kisah Rumah Kaca 26.000 Hektar di Spanyol

Di tahun 1960 hingga 1970an sebuah pantai di barat daya Almeria, Spanyol begitu gersang. Namun sejak 1980an segalanya berubah. Daerah ini sekarang jadi penghasil sayuran yang memasok setengah dari permintaan pasar di Eropa. Berbagai jenis tomat , paprika , mentimun dan zucchinis diproduksi di sini.

Area seluas 26.000 hektar di pantai ini jadi daerah pertanian berkat rumah kaca. Jangan bayangkan rumah tempat bercocok tanam terbuat dari kaca, melainkan lahan sederhana beratap dan dinding plastik semata. Akibatnya suhu di dalam bisa mencapai 45 derajat Celcius.
Suhu yang begitu tinggi menyebabkan penduduk lokal enggan bekerja sebagai buruh tani. Alhasil, pekerja imigran gelap dari Afrika dan Eropa Timur jadi pilihan. Sayang, kondisi di sini sangat memprihatinkan. Jarang terdapat toilet di pertanian ini, buruh tani hidup dengan ekonomi sulit hanya digaji 33 hingga 36 euro per hari. Pelacuran pun meningkat.

Di sisi keuntungan dagang dan industri, rumah kaca Almeria memang menguntungkan. Selain jadi pemasok sayuran di Eropa, kemunculan rumah kaca berbahan plastik menguntungkan pabrik plastik. Kota-kota di sekitar Almeria yang menjadi produsen plastik meraup untung tanpa memperhatikan lingkungan. Limbah plastik menutupi sungai-sungai, secara tak langsung mencemari laut.


Kematian ikan paus sperma yang terdampar di pantai selatan Spanyol beberapa bulan lalu ditengarai terkait dengan rumah kaca Almeria. Pemerhati lingkungan menemukan indikator kira-kira 17 kg limbah plastik dibuang ke laut sekitar.

Uniknya, kehadiran ribuan hektar 'rumah plastik' menurunkan suhu setempat rata-rata 0,3 derajat Celsius setiap 10 tahun sejak tahun 1983. Sementara wilayah Spanyol lainnya justru meningkat.

Meteorit 25 Ton Ditemukan di China

Meteorit berukuran besar ditemukan di daerah pegunungan sebelah barat laut China. Batu dengan berat sekitar 25 ton itu diperkirakan salah satu dari meteorit terbesar yang pernah ada.


http://p5.img.cctvpic.com/20110719/images/1311044411525_1311044411525_r.jpg

Batu yang ditemukan di Pegunungan Altai, Provinsi Xinjiang, itu merupakan meteorit yang memiliki kandungan nikel yang banyak (dikenal dengan istilah meteorit besi).

"Barangkali meteorit ini adalah meteorit besi terbesar kedua," kata Baolin Zang, spesialis meteorit dari Beijing Planetarium.

http://p5.img.cctvpic.com/20110719/images/1311043950117_1311043950117_r.jpg


Meteorit yang terbesar saat ini ditemukan di Namibia, seberat lebih kurang 60 ton. Zhang mengestimasi, massa meteorit Xinjiang berada pada kisaran antara 25-30 ton.

Meteorit raksasa menonjol keluar dari lempengan granit yang lebih besar. Bagian yang terletak di atas tanah memiliki panjang 2,3 meter dengan lebar separuh panjangnya.

Zhang dalam wawancaranya dengan China Central Television menyebutkan bahwa meteorit berasal dari luar tata surya.

Pada awal bulan ini, Baolin Zhang, seorang peneliti ahli bidang meteorit di Planetarium Beijing, telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki laporan meteor tersebut.

Tim naik ke ketinggian puncak 9.500 kaki (2.900 meter), dan mulai mengidentifikasi batu bintang besar dengan warna kecoklatan ini.

http://www.whatsondalian.com/news_images/9558720.jpg

http://www.chinadaily.com.cn/photo/images/attachement/jpg/site1/20110719/0023ae9885da0f8f317704.jpg


Menurut Meenakshi Wadhwa dari Center for Meteorite Studies Arizona State University, sebagian besar meteorit terbentuk 4 miliar tahun lalu, ketika tata surya terbentuk, "Temuan ini potensial untuk memberikan data terkait sejarah pembentukan tata surya."

Rupanya Medan Dibangun Orang Karo

Di Medan, tepatnya di Bundaran Petisah ada sebuah monumen bernama Guru Patimpus. Menurut penelitian para ahli sejarah, Guru Patimpus adalah pendiri Kota Medan.

[lihat buku “Riwayat Hamparan Perak” karya Tengku Lukman Sinar, SH, 1971]
Nama lengkapnya Guru Patimpus Sembiring Pelawi (lahir di Aji Jahe, hidup sekitar akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17), Guru Patimpus berasal dari dataran tinggi Karo.
Ia menikah  dengan seorang putri Raja Pulo Brayan dan mempunyai dua anak lelaki, masing-masing bernama Kolok dan Kecik.
Setelah menikah, Guru Patimpus Sembiring pelawi dan istrinya membuka kawasan hutan antara Sungai Deli dan Sungai Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan.
Nama Medan berasal dari kata "Madan" (Madani: bahasa Arab. Sementara menurut bahasa Melayu, Medan berarti tempat berkumpul). Nama ini dipilih Guru Patimpus setelah memeluk Islam - sebelumnya ia mempunyai kepercayaan Pemena.

Tanggal pendirian Kampung Medan (1 Juli 1590) akhirnya diperingati sebagai hari jadi kota Medan.
Sosok Sang Guru
 Guru Patimpus bertubuh kekar, tinggi, gagah, dan berjiwa patriotik seperti seorang panglima.

Ia juga seorang Guru, yang dalam bahasa Karo berarti seorang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan, ilmu obat-obatan, ilmu gaib, dan memiliki kesaktian, namun Ia-nya berjiwa penuh kemanusiaan lemah lembut dalam bertutur kata, mempunyai karakteristik yang simpatik, berwibawa, berjiwa besar dan pemberani.

Hinggalah hari ini tak jelas letak kuburan Guru Patimpus. Ada yang mengatakan, kubur Guru Patimpus di Kecamatan Hamparan Perak Deli Serdang dan kuburannya diketemukan pada bulan Juli 2010 yang lalu , jadi setelah 420 tahun berlalu. Masalah ini masih diteliti.

Ironisnya, keberadaan monumen ini kurang menarik perhatian karena berada di tempat yang biasa-biasa saja. Wah, padahal itu monumen sang "founding father"-nya Medan, ya.

Thursday, October 10, 2013

Setelah pengeboran selama lebih dari 20 tahun, para ilmuwan Rusia akhirnya berhasil mengungkapkan adanya saluran vertikal menuju ke Danau Vostok, sebuah danau air tawar purba yang terkubur selama sekurang-kurangnya 15 juta tahun pada kedalaman lebih dari 2 mil di bawah permukaan es.

Pengeboran dimulai sejak tahun 1989—bahkan sebelum para ilmuwan mengkonfirmasi adanya danau sepanjang 160 mil tersebut—dan "pengeboran itu berlarut-larut karena kekurangan dana, rusaknya peralatan, dan suhu yang sangat dingin," demikian disampaikan Vladimir Isachenkov kepada Associated Press. 
Akhirnya penggalian itu berhasil juga. Andrea Mustain di Scientific American menyebutkan, "alat pengebor menyentuh lapisan es cair di bawah lapisan es yang kokoh dan mencapai air danau yang tawar dan tidak beku."

 
Kandungan air di Vostox sama dengan Danau di Ontario 

Apakah danau itu sangat dingin?
Ternyata tidak. Suhu di permukaan di Stasiun Vostok station tempat para peneliti bekerja adalah "paling dingin yang tercatat di bumi," mencapai minus 128 derajat Fahrenheit, kata Isachenkov. Tapi danau bawah air itu sendiri diyakini cukup hangat, berkat adanya "tekanan kuat kerak es dan energi geotermal energy dari bawah."
 
Danau Vostok terlihat dari satelit. Suhu di tempat ini sangat dingin bisa mencapai -66C

Apakah yang menjadikan danau itu begitu berharga?
Terutama karena adanya prospek penemuan kehidupan baru yang belum tersentuh. Makhluk apapun yang hidup di danau itu telah terkubur dan tersembunyi selama jutaan tahun. "Seperti menjelajahi planet lain, tetapi sebenarnya masih di planet kita," kata Robin Bell dari Columbia University kepada Associated Press. 
Tentu saja, pengeboran ini bisa menjadi awal yang baik untuk kegiatan pengeboran yang mungkin saja dilakukan di planet-planet lain, dan "sangat berharga untuk mempelajari kemungkinan kondisi di bulan Jupiter (Europa) atau Saturnus (Encedadus)," yang juga tertutupi oleh lapisan-lapisan es yang tebal, kata Marc Kaufman di Washington Post.

Lantas, apakah semua sepakat bahwa ini adalah projek yang bermanfaat?
Tidak juga. "Upaya yang telah dilaksanakan selama puluhan tahun tersebut telah mengundang kontroversi terkait bahan-bahan kimia dan teknik-teknik yang digunakan dalam pengeboran," kata Kaufman. Sebagian ilmuwan mengkhawatirkan Danai Vostok yang “perawan” itu akan ternoda oleh bahan-bahan kimia yang digunakan dalam pengeboran, termasuk kerosin dan Freon.
Meteorit Hoba terletak di peternakan "Hoba West", tidak jauh dari Grootfontein, di Wilayah Otjozondjupa Namibia. Meteorit ini ditemukan oleh petani Jacobus Hermanus Brits saat mengolah salah satu bidang pertaniannya, tahun 1920 ketika ia membajak dengan lembu tanpa sengaja bajaknya tersangkut.

Meteorit segera digali, namun karena bentuknya begitu besar (sekitar 60 ton), jadi tidak pernah dipindahkan. Meteorit Hoba adalah meteorit terbesar yang pernah diketemukan di bumi, sebagian besar mengandung besi alami.



Meteorit Hoba diperkirakan telah mendarat kurang dari 80.000 tahun yang lalu. Anehnya, meteorit ini tidak meninggalkan kawah.

Hal ini dispekulasikan bahwa meteorit itu memasuki atmosfer bumi pada sudut yang sangat dangkal, diperlambat oleh kondisi atmosfir sekitar ke titik jatuh ke permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tersisa utuh dan menyebabkan sedikit bekas.

Meteorit ini berukuran 8 kaki 9 inchi. Pada tahun 1920, berat meteorit diperkirakan 66 ton. Erosi, sampling ilmiah dan vandalisme telah mengurangi berat meteorit selama bertahun-tahun menjadi 60 ton. Tanda gergaji besi dapat dikenali dengan mudah di banyak tempat di permukaan meteorit.

Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988.

Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.














Kondisi Hoba Sebelum Restorasi


Sekelompok ahli geologi Jerman di Hoba, kembali pada tahun 1929



Awal perjalanan mengunjungi Hoba terkena meteorit, sekitar 1955



1960 Meteorit Hoba: Foto sebelum pelestarian, 1960

Mengapa air laut asin ?

Pernah bertanya kenapa air laut asin, dari mana rasa asin tersebut? Apakah karena keringat ikan? Tentu itu jawaban konyol. Kita harus tahu jawabannya secara ilmiah. Semoga artikel ini bisa membahas rasa penasaran soal sumber keasinan air laut.

Air laut memiliki kadar garam rata-rata 3,5%. Artinya dalam 1 liter (1000 mL) air laut terdapat 35 gram garam (terutama, namun tidak seluruhnya, garam dapur/NaCl).
scitechdaily.com
Walaupun kebanyakan air laut di dunia memiliki kadar garam sekitar 3,5 %, air laut juga berbeda-beda kandungan garamnya. Yang paling tawar adalah di timur Teluk Finlandia dan di utara Teluk Bothnia, keduanya bagian dari Laut Baltik. Yang paling asin adalah di Laut Merah, di mana suhu tinggi dan sirkulasi terbatas membuat penguapan tinggi dan sedikit masukan air dari sungai-sungai.



Sumber rasa asin

Air laut memiliki kadar garam karena bumi dipenuhi dengan garam mineral yang terdapat di dalam batu-batuan dan tanah. Contohnya natrium, kalium, kalsium, dll. Apabila air sungai mengalir ke lautan, air tersebut membawa garam.

Pada saat terjadi hujan di daratan, air akan meresap dalam tanah dan sedikit demi sedikit akan keluar lagi melalui sungai-sungai dam akhirnya mencapai laut .

Nah pada saat perjalanan menuju ke laut tersebut air dari daratan juga membawa garam-garam mineral sehinga laut dipenuhi garam-garam mineral.

Kita mengetahui laut mempunyai permukaan yang sangat luas sehingga hal ini menjadi salah satu faktor penguapan yang cukup besar , pada saat air laut menguap yang menguap hanyalah H2O (air ) sedang garam garam mineral tetap tinggal bersama air laut , begitulah sehinggga air laut rasanya asin .

Kadar keasinan air laut ini dipengaruhi oleh faktor suhu, biasanya semakin panas daerah tersebut air lautnya semakin asin.


Mengapa danau tidak asin?
Permukaan air danau tidak cukup luas sehinggga penguapannya tidak begitu besar, maksudnya air yang menguap dengan air yang masuk ke danau masih balance dan sumber mineralnya sangat terbatas beda dengan laut yang sumber mineralnya dari berbagai penjuru dunia menjadi satu.